Jakarta, 17 Oktober 2025 — Komunitas Suka Silaturahmi Mobil Indonesia (KOSSIMO Nusantara) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas otomotif yang tak hanya fokus pada mobil dan touring, tetapi juga aktif dalam kegiatan spiritual dan sosial. Melalui agenda bertajuk Kopdar Ngopi Ngaji, KOSSIMO mengajak anggota dan masyarakat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan wawasan keagamaan.
Ajang Silaturahmi dan Peningkatan Iman
Kegiatan Kopdar Ngopi Ngaji digelar pada Jum’at, 17 Oktober 2025, pukul 20.00 WIB di Jl. Raya Bogor KM 27 No. 9, Pekayon, Jakarta. Acara terbuka untuk umum tanpa batasan keanggotaan.
Pendakwah yang Dihadirkan
KOSSIMO menghadirkan Ustadz H. Fahröe untuk menyampaikan tausiah tentang pentingnya menjaga ukhuwah, bersyukur, dan berbuat baik sesama manusia.
Kopdar yang Bernilai Positif
Sejak awal berdirinya, KOSSIMO menjunjung tinggi nilai Sharing, Brotherhood, Family Gathering, Touring, Problem Solving, dan Improvement. Nilai ini tetap dijaga dalam acara Kopdar Ngopi Ngaji.
Konsep “ngopi ngaji” dipilih karena menggambarkan kesederhanaan dan kedekatan — ciri khas komunitas otomotif yang akrab di lapangan.
KOSSIMO: Komunitas dengan Jiwa Nusantara
KOSSIMO adalah wadah bagi pecinta otomotif dari berbagai daerah. Visi komunitas ini: menyatukan penggemar mobil dalam semangat silaturahmi tanpa batas.
Selain otomotif, KOSSIMO aktif dalam kegiatan sosial: bakti sosial, santunan anak yatim, donor darah, hingga kegiatan spiritual seperti Kopdar Ngopi Ngaji.
“Kami ingin komunitas mobil dikenal bukan hanya karena touring, tetapi juga kontribusinya terhadap masyarakat dan agama,” ujar pengurus pusat KOSSIMO Nusantara.
Suasana Kopdar yang Diharapkan
Acara menjadi momentum melepas penat setelah rutinitas kerja sekaligus memperkuat persaudaraan. Dengan konsep santai — ngopi sambil mendengarkan tausiah — peserta menikmati malam Jum’at dengan nuansa islami penuh makna.
Menghadirkan Makna Silaturahmi Sesungguhnya
Dengan kehadiran Ustadz H. Fahröe, peserta mendapatkan pencerahan spiritual dan motivasi menjadi pribadi lebih baik. Kopdar ini menunjukkan bahwa dunia otomotif juga bisa menjadi sarana dakwah dan pembelajaran nilai keislaman.