Kopdar Santuy RCS Retro Classic Sumatera Utara
Home » Uncategorized  »  Kopdar Santuy RCS Retro Classic Sumatera Utara
 

Kopdar Santuy RCS Retro Classic Sumatera Utara

Komunitas otomotif Retro Classic Sumatera Utara (RCS) kembali menunjukkan eksistensinya dengan menggelar acara Kopdar Santuy yang berlangsung di Sunlake Food Corner pada hari Minggu, 9 November 2025. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antar pecinta mobil retro klasik dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Mengusung tema β€œAyo Gaskanlah”, kopdar ini tidak hanya sekadar pertemuan biasa, melainkan wadah untuk mempererat persaudaraan dan saling berbagi cerita antar komunitas otomotif yang memiliki hobi dan semangat yang sama. Sejak pagi, lokasi acara di kawasan Jl. Bandar Labuhan – Jl. Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Tanjung Morawa sudah mulai dipadati para peserta yang datang dengan mobil-mobil retro andalan mereka. Deretan kendaraan klasik yang berjejer rapi mencuri perhatian setiap pengunjung yang melintas. Nuansa nostalgia langsung terasa ketika mobil-mobil keluaran lawas dari berbagai merek tampil gagah dan terawat. Beberapa kendaraan bahkan dimodifikasi dengan gaya khas tahun 80-an dan 90-an, menambah kesan unik dan menarik di antara komunitas otomotif yang hadir. Acara Kopdar Santuy ini dihadiri oleh berbagai komunitas otomotif ternama di Sumatera Utara, antara lain METIOR (Mitsubishi Eternal Owner Regional Sumut - Aceh), Autofamily, Corona Family, Firepark, CSCM (Community Sedan Classic Medan), LS Club, PLAP, Co No 5, dan banyak komunitas lain yang turut memeriahkan suasana. Setiap komunitas datang membawa identitas masing-masing, namun semuanya lebur dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan di bawah satu bendera besar, yaitu Retro Classic Sumatera Utara. Kopdar ini dikemas dengan konsep santai namun tetap seru. Para peserta saling berbagi pengalaman seputar dunia otomotif, mulai dari tips merawat mobil klasik, berbagi suku cadang langka, hingga berdiskusi tentang tantangan menjaga keaslian kendaraan retro di era modern. Tidak hanya itu, suasana semakin hidup dengan adanya obrolan ringan, tawa, dan canda antar anggota komunitas yang sudah saling kenal maupun yang baru pertama kali bertemu. Inilah esensi sejati dari komunitas otomotif β€” bukan hanya tentang kendaraan, tetapi tentang hubungan antar manusia yang terjalin karena hobi yang sama. Ketua panitia kegiatan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Ia mengatakan, β€œKopdar Santuy ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar komunitas retro di Sumatera Utara. Kita ingin menunjukkan bahwa meskipun kendaraan kita berbeda merek dan model, semangat kita tetap satu β€” menjaga dan melestarikan budaya otomotif klasik di Indonesia.” Pernyataan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta yang hadir. Banyak di antara mereka merasa bangga dapat bergabung dan berkontribusi dalam memperkuat jaringan komunitas mobil retro di daerah tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal dan menghargai kendaraan klasik. Mobil retro bukan hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari sejarah perkembangan otomotif yang patut dijaga. Dengan kegiatan seperti Kopdar Santuy ini, para pecinta otomotif dapat terus menyalurkan hobi mereka secara positif, menjauhkan diri dari kegiatan balap liar, dan menunjukkan sisi positif komunitas otomotif kepada masyarakat luas. Menjelang sore, para peserta melakukan sesi foto bersama di depan spanduk besar bertuliskan β€œKopdar Santuy RCS Retro Classic Sumatera Utara”. Suasana penuh keceriaan tergambar jelas di wajah setiap peserta. Beberapa mobil klasik kembali dinyalakan dan beriringan keluar lokasi dengan tertib, menutup kegiatan dengan kesan yang mendalam. Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa semangat komunitas dan kekeluargaan masih sangat kuat di kalangan pecinta otomotif klasik di Sumatera Utara. Dengan semangat β€œAyo Gaskanlah”, Kopdar Santuy RCS 2025 tidak hanya mempertemukan komunitas, tetapi juga menghidupkan kembali jiwa retro yang tetap eksis di tengah modernisasi dunia otomotif. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, memperkuat solidaritas, menjaga budaya otomotif klasik, dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di seluruh Indonesia. Karena sejatinya, hobi otomotif bukan hanya tentang mesin, tetapi tentang persaudaraan, kebersamaan, dan cinta terhadap sejarah.